Presidensi G20 Indonesia 2022

Oleh: Arszandi Pratama, S.T., M.Sc., dan Dandy Muhamad Fadilah, S.T.
Di tahun 2022 ini, Indonesia menjadi tuan rumah Presidensi G20. Dalam forum ini, Indonesia adalah satu-satunya wakil dari ASEAN, menjadi satu dari sembilan negara berkembang, serta menjadi negara anggota dengan mayoritas penduduk muslim terbesar di dunia. Forum G20 sendiri merupakan forum antarnegara yang terbentuk ketika krisis ekonomi melanda dunia tahun 1999. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya forum ini dalam menentukan arah kebijakan ekonomi dunia.
Tema Presidensi G20 Indonesia adalah “Pulih Bersama dan Lebih Kuat” atau “Recover Together Recover Stronger”. Tema ini kemudian diturunkan ke dalam berbagai agenda atau isu dalam dua jalur yakni jalur sherpa dan jalur keuangan. Penyelenggaraan Presidensi G20 Indonesia dinilai sukses, bahkan menjadi yang terbesar sepanjang sejarah. Hal ini ditandai dengan keberhasilan untuk mengadopsi dan mengesahkan Deklarasi Pimpinan G20 dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Bali (G20 Bali Leaders’ Declaration).
Sejarah G20
G20 dibentuk pada tahun 1999 atas inisiasi negara-negara anggota G7 (Amerika Serikat, Kanada, Inggris, Perancis, Jerman, Italia, dan Jepang dengan tujuan untuk mendiskusikan kebijakan-kebijakan dalam rangka mewujudkan stabilitas keuangan internasional. Forum ini dibentuk sebagai salah satu upaya menemukan solusi atas kondisi ekonomi global yang dilanda krisis keuangan global pada 1997-1999 dengan melibatkan negara-negara berpendapatan menengah dan memiliki pengaruh ekonomi secara sistemik, termasuk Indonesia. Atas saran dari para Menteri Keuangan G7, para Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral negara G20 mulai mengadakan pertemuan untuk membahas respon terhadap krisis keuangan global yang terjadi. Setelah itu, pertemuan tingkat Menteri Keuangan dilaksanakan secara rutin pada musim gugur.
Sembilan tahun kemudian, pada 14-15 November 2008, Para pemimpin negara-negara G20 bertemu untuk pertama kalinya di dalam KTT G20 pertama. Pada kesempatan itu, para pemimpin negara melakukan koordinasi respon global terhadap dampak krisis keuangan yang terjadi di AS saat itu dan sepakat untuk melakukan pertemuan lanjutan. Untuk mempersiapkan KTT setiap tahunnya, para Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral G20, bersama-sama dengan para perwakilan pemimpin negara yang dikenal sebagai Sherpa melakukan beberapa kali pertemuan dalam setahun.
Anggota G20 terdiri negara-negara dari berbagai kawasan di dunia, seperti: Amerika Serikat, Kanada, Meksiko, Argentina, Brazil, Inggris, Jerman, Italia, Perancis, Rusia, Afrika Selatan, Arab Saudi, Turki, Tiongkok, Jepang, Korea Selatan, India, Indonesia, Australia, dan Uni Eropa. Forum internasional G20 menjadi bagian penting dunia karena merepresentasikan lebih dari 2/3 penduduk dunia, 75% perdagangan global, dan 80% PDB dunia. G20 merangkul negara maju dan berkembang untuk bersama-sama mengatasi krisis yang berdampak global, seperti:
- Mexican Peso Crisis 1994
- Asian Financial Crisis 1997/1998
- Russian financial crisis 1998
- Financial Crisis 2007-2008
Pilar Isu Yang Dibahas Dalam G20
Forum G20 membahas dua arus isu, yaitu:
- Finance Track adalah jalur pembahasan dalam forum G20 yang berfokus pada fokus isu keuangan, antara lain
- Kebijakan fiskal
- Moneter dan riil
- Investasi infrastruktur
- Regulasi keuangan
- Inklusi keuangan
- Perpajakan internasional
Pertemuan-pertemuan pada Finance Track dihadiri oleh Menteri Keuangan hingga Gubernur Bank Sentral dari masing-masing negara anggota.

- Sherpa Track adalah jalur pembahasan dalam forum G20 di bidang-bidang yang lebih luas di luar isu keuangan, antara lain:
- Anti korupsi
- Ekonomi Digital
- Lapangan Kerja
- Pertanian
- Pendidikan
- Urusan Luar Negeri
- Budaya
- Kesehatan
- Pembangunan
- Lingkungan
- Pariwisata
- Energi Berkelanjutan
- Perdagangan, Investasi, dan Industri
- Pemberdayaan Perempuan
Pilar Presidensi G20 Indonesia 2022
- Memperkuat lingkungan kemitraan.
- Mendorong produktivitas.
- Meningkatkan ketahanan dan stabilitas.
- Memastikan pertumbuhan berkelanjutan dan inklusif.
- Kepemimpinan kolektif global yang lebih kuat.
Isu Utama Pada Presidensi G20 Indonesia 2020
Tiga isu utama yang diusung Indonesia sebagai Presiden dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 2022 adalah transisi energi berkelanjutan, transformasi digital, dan arsitektur kesehatan global.

- Transisi Energi berkelanjutan
- Energy accessibility atau ekses energi yang terjangkau, berkelanjutan, dan dapat diandalkan. Tujuannya, untuk meningkatkan kerja sama internasional dalam memfasilitasi akses ke penelitian dan teknologi bersih termasuk energi terbarukan, efisiensi energi, dan teknologi bahan bakar fosil yang maju dan lebih bersih, serta mendorong investasi dalam infrastruktur energi dan teknologi energi bersih.
- Smart and clean energy technology, yaitu mendorong implementasi teknologi pintar dan bersih, baik dalam konteks efisiensi energi, pengurangan emisi, maupun pengembangan energi terbarukan.
- Advancing energy financing, yaitu pembiayaan untuk mendukung dua poin sebelumnya. skema dan mekanisme pembiayaan perlu dikembangkan dan mengurangi berbagai hambatan dengan menggalang kolaborasi semua pihak baik pemerintah, swasta, maupun filantropi dengan model bisnis atau public-private partnership yang inovatif.
- Transformasi Digital
- Kesetaraan akses digital. Presiden menyebut ada 2,9 miliar penduduk dunia belum terhubung ke internet, termasuk 73% penduduk negara kurang berkembang, G20 harus dapat memobilisasi investasi untuk membangun infrastruktur digital yang terjangkau bagi semua,
- Literasi digital. Melek digital bukan sekedar sebuah pilihan melainkan sebuah keharusan. Presiden mengatakan bahwa literasi digital harus menjangkau semua agar dapat berpartisipasi dalam ekonomi masa depan. Untuk itu, Presiden menekankan G20 harus dapat menggerakkan kerjasama penguatan kapasitas digital bagi negara berkembang.
- Lingkungan digital yang aman. Hoax dan perundungan siber dapat memecah persatuan dan mengancam demokrasi. Kebocoran data akibat kejahatan siber berpotensi menimbulkan kerugian ekonomi hingga USD 5 triliun pada tahun 2024. Untuk itu keamanan digital dan perlindungan privasi harus dijamin. G20 harus mampu membangun kepercayaan sektor digital termasuk melalui tata kelola digital global
- Arsitektur Kesehatan Global
- Meningkatkan kepemimpinan sampai tingkat tertinggi untuk bisa merespons ancaman kesehatan, dengan akuntabel dan melibatkan multisektor terkait.
- Perlunya otoritas organisasi WHO yang sepenuhnya independen dengan dukungan pendanaan memadai
- Perlunya investasi agar semua fungsi dalam persiapan menghadapi bahaya kesehatan berjalan baik, di tingkat nasional, regional, ataupun global.
- Membentuk sistem surveilans internasional yang baru yang dapat mendeteksi dengan cepat dan akurat perkembangan atau lonjakan masalah kesehatan masyarakat di mana pun di belahan dunia ini, khususnya yang punya potensi merebak secara internasional.
- Tersedianya sejak awal suatu sistem (pre-negotiated platform) yang menjamin ketersediaan alat dan kebutuhan kesehatan yang diperlukan kalau terjadi kelangkaan suplai, sepertipada pandemi Covid-19 ini.
- Menumbuhkan penyediaan sistem finansial yang baru untuk antisipasi kebutuhan pandemi mendatang.
- Agar semua negara dapat membentuk sistem koordinasi nasional di tingkat administratif/otoritas tertinggi untuk bisa melakukan hak terbaik dalam persiapan dan respons atas pandemi.
Manfaat bagi Indonesia
- Presidensi G20 di tengah pandemi membuktikan persepsi yang baik atas resiliensi ekonomi Indonesia terhadap krisis.
- Merupakan bentuk pengakuan atas status Indonesia sebagai salah satu negara dengan perekonomian terbesar di dunia, yang juga dapat merepresentasikan negara berkembang lainnya.
- Momentum presidensi ini hanya terjadi satu kali setiap generasi (+ 20 tahun sekali) dan harus dimanfaatkan sebaik mungkin untuk memberi nilai tambah bagi pemulihan Indonesia, baik dari sisi aktivitas ekonomi maupun kepercayaan masyarakat domestik dan internasional.
- Indonesia dapat mengorkestrasi agenda pembahasan pada G20 agar mendukung dan berdampak positif dalam pemulihan aktivitas perekonomian Indonesia.
- Menjadi kesempatan menunjukkan kepemimpinan Indonesia di kancah internasional, khususnya dalam pemulihan ekonomi global. Dari perspektif regional, Presidensi ini menegaskan kepemimpinan Indonesia dalam bidang diplomasi internasional dan ekonomi di kawasan, mengingat Indonesia merupakan satu-satunya negara di ASEAN yang menjadi anggota G20.
- Membuat Indonesia menjadi salah satu fokus perhatian dunia, khususnya bagi para pelaku ekonomi dan keuangan. Hal ini dapat dimanfaatkan untuk menunjukkan (showcasing) berbagai kemajuan yang telah dicapai Indonesia kepada dunia, dan menjadi titik awal pemulihan keyakinan pelaku ekonomi pascapandemi, baik dari dalam negeri maupun luar negeri.
- Pertemuan-pertemuan G20 di Indonesia juga menjadi sarana untuk memperkenalkan pariwisata dan produk unggulan Indonesia kepada dunia internasional, sehingga diharapkan dapat turut menggerakkan ekonomi Indonesia.
Peran Nyata G20 Selama Ini
- Penanganan Krisis Keuangan Global 2008
Salah satu kesuksesan G20 terbesar adalah dukungannya dalam mengatasi krisis keuangan global 2008. G20 telah turut mengubah wajah tata kelola keuangan global, dengan menginisiasi paket stimulus fiskal dan moneter yang terkoordinasi, dalam skala sangat besar.
- Kebijakan Pajak
G20 telah memacu OECD untuk mendorong pertukaran informasi terkait pajak. Pada 2012. G20 menghasilkan cikal bakal Base Erosion and Profit Shifting (BEPS). Melalui BEPS, saat ini 139 negara dan yurisdiksi bekerja sama untuk mengakhiri penghindaran pajak.
- Kontribusi dalam penanganan pandemi Covid-19
Inisiatif G20 dalam penanganan pandemic mencakup penangguhan pembayaran utang luar negeri negara berpenghasilan rendah, Injeksi penanganan Covid-19 sebanyak >5 triliun USD bea dan pajak impor, pengurangan bea untuk vaksin, hand sanitizer, disinfektan, alat medis dan obat-obatan.
- Isu Lainnya
Selain itu, G20 berperan dalam isu internasional lainnya, termasuk perdagangan, iklim, dan pembangunan. Pada 2016, diterapkan prinsip-prinsip kolektif terkait investasi internasional. G20 juga mendukung gerakan politis yang kemudian berujung pada Paris Agreement on Climate Change di 2015, dan The 2030 Agenda for Sustainable Development.
Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 yang berlangsung di Bali pada 15-16 November 2022 berhasil mengesahkan pernyataan para pemimpin atau Leaders’ Declaration. Beberapa kepala negara G20 menyepakati antara lain perlunya menegakkan hukum internasional dan sistem multilateral, menangani krisis ekonomi termasuk melalui kerja sama kebijakan makro internasional, mengupayakan ketahanan pangan dan energi, serta mengadopsi teknologi digital untuk mendorong inovasi. Di bawah tema besar presidensi G20 Indonesia, yaitu “Recover Together, Recover Stronger”, Bali Leaders’ Declaration 2022 memuat 52 poin pernyataan serta berbagai komunike dan dokumen hasil pembahasan seluruh engagement groups G20. Setelah secara resmi menutup KTT G20, Indonesia menyerahkan presidensi G20 selanjutnya kepada India.
REFERENSI
- Tentang G20. https://www.g20.org/idn/about-the-g20-2/ Diakses 22 November 2022.
- G20pedia dalam https://fliphtml5.com/nyzuy/sxti Diakses 22 November 2022.
- Khoirunnisaa, Jihaan. 2022. Presidensi G20 Indonesia Diklaim Terbesar Sepanjang Sejarah https://news.detik.com/berita/d-6415231/presidensi-g20-indonesia-diklaim-terbesar-sepanjang-sejarah Diakses 22 November 2022.
- Nadia, Siska. 2022. Mengenal Presidensi G20 Indonesia. https://www.djkn.kemenkeu.go.id/kpknl-pontianak/baca-berita/27279/MENGENAL-PRESIDENSI-G20-INDONESIA.html Diakses 22 November 2022.
- 2022. https://www.bi.go.id/id/g20/default.aspx Diakses 22 November 2022.
- 2022. Indonesia Bawa Tiga Isu Prioritas G20 pada Keketuaannya di ASEAN 2023. https://www.kominfo.go.id/content/detail/45572/indonesia-bawa-tiga-isu-prioritas-g20-pada-keketuaannya-di-asean-2023/0/artikel_gpr#:~:text=Tiga%20isu%20utama%20yang%20diusung,digital%2C%20dan%20arsitektur%20kesehatan%20global. Diakses 22 November 2022.
- 2022. Maudy Ayunda: Transisi Energi Jadi Salah Satu Isu Prioritas Presidensi G20 Indonesia. https://www.liputan6.com/bisnis/read/4961200/maudy-ayunda-transisi-energi-jadi-salah-satu-isu-prioritas-presidensi-g20-indonesia. Diakses 22 November 2022.
- 2022. Presiden Sebut Tiga Fokus Utama Transformasi Digital Global https://www.kemenkeu.go.id/informasi-publik/publikasi/berita-utama/Presiden-Sebut-Tiga-Fokus-Utama-Transformasi. Diakses 22 November 2022.
- Aditama, Tjandra Yoga. 2022. G20 dan Arsitektur Kesehatan Global https://www.kompas.id/baca/opini/2022/11/15/g20-dan-arsitektur-kesehatan-global. Diakses 22 November 2022.
- 2022. KTT G20 di Bali sahkan “Bali Leaders’ Declaration”. https://sultra.antaranews.com/berita/433417/ktt-g20-di-bali-sahkan-bali-leaders-declaration. Diakses 22 November 2022.