Oleh: Arszandi Pratama, S.T., M.Sc., dan Dandy Muhamad Fadilah, S.T.
Untuk meningkatkan eksistensi suatu kota di mata dunia, banyak cara yang dilakukan oleh setiap negara. Salah satunya adalah berlomba untuk menjadi tuan rumah olahraga di tingkat internasional. Namun, untuk dapat ditunjuk sebagai tuan rumah tersebut, banyak sekali persyaratan yang harus ditaati dan dijalankan oleh setiap negara yang hendak mengajukan diri. Salah satunya adalah persiapan sebuah kota beserta seluruh fasilitasnya sesuai standar yang ditetapkan. Untuk dapat memenuhi persyaratan tersebut, salah satu cara adalah melalui proses urban renewal. Menurut (Gold and Ward, 1994), dengan menempatkan suatu dorongan bagi para pengunjung untuk datang ke kota/ negara tersebut maka urban renewal menjadi salah satu cara untuk menambah daya tarik kota tanpa mengubah keseluruhan kota tersebut. Dalam artikel ini, anda akan mengetahui sekelas mengenai urban renewal, hubungan dengan event olahraga dan beberapa contoh dari negara yang sudah pernah ditunjuk sebagai tuan rumah. Yuk disimak!
Mengenal Urban Renewal
Urban Renewal (Peremajaan Kota) adalah upaya atau pendekatan dalam proses perancangan kota untuk menata kembali suatu kawasan tertentu/ suatu kota untuk dapat mendapatkan nilai tambah sesuai dengan potensi dan nilai ekonomi yang dimiliki pada suatu kawasan tertentu. Inti dari peremajaan kota adalah meningkatkan kemampuan lahan agar dicapai the highest and best use dalam konotasi ekonomi dari pemanfaatan sumber daya kota. Dalam pengembangan istilah, Urban renewal atau peremajan kawasan merupakan penataan kembali wilayah melalui perubahan fisik, fungsi dan intensitas lahan dan bangunan secara sebagian atau keseluruhan dengan tujuan untuk meningkatkan vitalitas keselamatan dan kualitas lingkungan sehingga kawasan tersebut memberikan kontribusi yang lebih baik bagi kota sesuai dengan potensi dan nilai ekonomi kawasan tersebut. Urban renewal dilakukan pada kawasan yang mengalami penurunan vitalitas dan kualitas. Hal yang mendasari kemerosotan ini adalah (Wieland, 1997):
- Tata letak lingkungan fisik yang secara keseluruhan tidak memungkinkan lagi untuk dikembangkan atau dengan kata lain tidak sesuai lagi untuk menampung jenis kegiatan yang baru.
- Hubungan fungsional yang buruk.
- Kondisi bangunan/gedung sudah sangat buruk sehingga tidak layak pakai, tidak bisa melayani fungsinya dengan baik, tidak sehat, dan tidak aman.
Masalah diatas jika tidak segera diatasi dengan penerapan konsep urban renewal atau peremajaan kawasan maka dapat membawa dampak negatif pada struktur kota yaitu menurunnya kualitas lingkungan kota, Oleh kerena itu penerapan konsep urban renewal atau peremajaan kawasan sangat diperlukan guna mengembalikan dan meningkatkan vitalitas dan fungsi kawasan.
Bentuk Urban Renewal (Buissink, 1985):
- Renovasi, Upaya untuk merubah Sebagian/ beberapa bagian dari bangunan agar dapat menampung fungsi lain atau mungkin fungsi yang lama namun persyaratannya modern.
- Konservasi, Upaya untuk memelihara suatu tempat sedemikian rupa sehingga makna dari tempat tersebut dapat dipertahankan.
- Revitalisasi, rangkaian upaya menghidupkan kembali kawasan yang cenderung mati, meningkatkan nilai-nilai vitalitas yang strategis dan signifikan dari kawasan yang masih mempunyai potensi dan atau mengendalikan kawasan yang cenderung kacau atau semrawut.
- Redevelopment, Upaya penataan kembali suatu kawasan urban dengan terlebih dahulu melakukan pembongkaran sarana dan prasarana suatu kawasan yang dianggap tak dapat diperhatahankan.
- Restorasi, Upaya mengembalikan kondisi suatu tempat (bangunan dan lingkungan) pada kondisi asalnya dengan menghilangkan tambahan-tambahan yang timbul serta mengadakan kembali unsur semula yang hilang tanpa menambah unsur baru.
- Rekonstruksi, Upaya mengembalikan kondisi atau membangun kembali suatu tempat (bangunan dan lingkungan) sedekat mungkin dengan wujud yang semula diketahui.
- Reklamasi, proses pemulihan daratan dan dilakukan dengan membuka daratan baru di Kawasan pesisir ini banyak konsep yang diterapkan oleh berbagai negara di dunia sebagai pemanfaatan daerah Kawasan pesisir.
- Rehabilitasi, Upaya untuk mengembalikan kondisi suatu bangunan/ kawasan kota yang telah mengalami penurunan kualitas kepada kondisi aslinya sehingga dapat berfungsi kembali sebagaimana mestinya.
- Gentrifikasi, Upaya peningkatan vitalitas suatu kawasan urban dengan suatu kawasan kota melalui peningkatan kualitas lingkungan tanpa menimbulkan perubahan struktur fisik kawasan tersebut.
Dalam melakukan peremajaan pada suatu kawasan terdapat faktor-faktor yang menjadi pertimbangan yaitu fisik, sosial, dan ekonomi (Abbot, 2011). Untuk faktor fisik yang diperhatikan adalah kondisi fisik atau bangunan pada kawasan tersebut seperti jalan, banngunan dan infrastruktur. Untuk faktor ekonomi yang diperhatikan adalah kualitas pendapatan pada kawasan tersebut, sedangkan untuk faktor sosial yang diperhatikan adalah tingkat kepadatan penduduk, tingkat kemiskinan dan kriminalitas pada kawasan tersebut.
Proses Peremajaan Kawasan
Upaya peremajaan kawasan pada suatu bagian kota dilakukan berdasarkan penilaian atas tingkat persoalan yang dihadapi, potensi, dan tingkat prospek yang dimiliki oleh bagian kota tersebut (Karsono, 2008). Hal ini dilakukan untuk mengetahui kelemahan dan kelebihan dari bagian kota yang akan diremajakan. Penilaian terhadap kondisi fisik kota dipengaruhi oleh tiga aspek, yaitu fisik, ekonomi dan sosial (Buissink, 1985). Setelah mengetahui potensi dan permasalahan dalam suatu kawasan, maka perlu dilakukan penetapan strategi untuk meningkatkan nilai dan fungsi kawasan tersebut.
Stategi dalam peremajaan kawasan atau urban renewal terdiri dari tiga bentuk yaitu Pertama, dengan meningkatkan efisieni, efektifitas, dan produktifitas fungsi yang telah ada. Kedua, dengan menghidupkan kembali fungsi lama yang telah pudar. Ketiga, dengan menambahkan fungsi baru yang menurut pertimbangan akan menambah efisiensi, efektivitas, dan produktifitas kawasan, sehingga fungsi perkotaan disuatu kawasan dalam peremajaan kota dapat (Imazu, 2008):
- Tetap sebagaimana sebelum diremajakan
- Tetap dengan pengembangan dan tambahan fungsi baru
- Sama sekali berubah menjadi fungsi baru
- Sebagian tetap, sebagian dikembangkan dengan fungsi baru dan
- Sebagian berubah sama sekali.
Mempersiapkan Event Olahraga Internasioal Melalui Urban Renewal, Apakah harus?
Dalam proses penyelenggaraan event kelas dunia, seperti: olimpiade, piala dunia, ASEAN Games dan lain sebagainya, mengharuskan bakal calon tuan rumah dapat memenuhi berbagai persyaratan. Baik dari sisi visi dan strategi penyelenggaraan; sejumlah informasi tentang kondisi umum, politik, ekonomi, serta media dan pemasaran; sejumlah aspek teknis termasuk keamanan dan keselamatan. Hal penting lainnya adalah sarana prasarana kota dan kondisi perkotaan tempat berlangsungnya kegiatan tersebut dilakssanakan.
Seperti penyelenggaran Piala Dunia yang berlangsung saat ini di Qatar. Berbagai persyaratan sebelum akhirnya dapat menetapkan tuan rumah harus melalui proses yang panjang. Beberapa komponen teknis penilaian untuk menjadi tuan rumah piala dunia yang disyaratkan oleh FIFA, adalah:
- Infrastruktur:
- Stadion
- Fasilitas tim dan wasit
- Akomodasi
- Transportasi dan mobilitas, termasuk bandara
- Teknologi informasi serta usulan lokasi untuk dijadikan International Broadcasting Centre (IBC)
- Usulan lokasi untuk menyelenggarakan FIFA Fan Fest
- Komersial:
- Perhitungan biaya penyelenggaraan turnamen
- Perhitungan pendapatan dari penjualan paket serta paket hospitality
- Perhitungan pendapatan dari penjualan hak media dan pemasaran
Lain hal dengan Piala Dunia, dalam dokumen Host City Contract Operational Requirements yang disusun oleh International Olympic Committee (IOC) terdapat banyak persyaratan yang harus dipenuhi oleh bakal calon tuan rumah untuk terpilih menjadi tuan rumah olympic games dan paralympic games. Dari mulai akomodasi, bandara, penginapan, stadion dan masih banyak lainnya. Hal tersebut menjadikan sebuah kota dan negara harus mengeluarkan tenaga dan investasi yang besar jika ingin mencalonkan diri sebagai tuan rumah demi menunjukkan eksistensi negara pada dunia.
Menyorot salah satu persyaratan yang harus dipenuhi secara ringkas, dalam penyelenggaran Olimpiade Tokyo 2020 nyatanya diperlukan keberadaan sebanyak 40.926 ruangan kamar yang akan digunakan oleh berbagai pihak selain atlet yang terlibat dalam gelaran Olimpiade. Hal lainnya adalah sebanyak kurang lebih 40 ribu ruangan terdiri dari kelas yang bervariasi mulai dari kamar setara hotel bintang dua hingga lima. Di samping itu, masih ada sejumlah ketentuan yang harus dipenuhi oleh tuan rumah Olimpiade terpilih dalam memenuhi persyaratan yang dimaksud. Pertama, semua fasilitas dan lokasi dari penyelenggaraan Olimpiade harus memiliki aksesibilitas yang universal, dan yang paling utama ramah kepada penyandang disabilitas. Kedua, dilarang menimbulkan hutang dan fasilitas yang terbengkalai usai gelaran Olimpiade selesai dilaksanakan. Hal ini nyatanya mendapat perhatian penting dari pihak IOC karena faktanya, pada gelaran Olimpiade Rio tahun 2016 lalu pemerintah setempat diketahui membangun fasilitas yang terdiri dari sebanyak 15 ribu kamar baru, namun saat ini sekitar 90 persen dari kamar tersebut diketahui dalam keadaan kosong.
Dari penjelasan tersebut, untuk memenuhi standar tersebut sebuah negara harus melakukan peremajaan kota. Dengan peremajaan kota, sebuah kota yang akan diajukan sebagai tuan rumah akan menjadi vital kembali mulai dari sarana dan prasarana, peremajaan desain hingga pemenuhan layanan perkotaan. Kesimpulannya, suatu perhelatan event internasional akan mendorong sebuah negara untuk melakukan peremajaan kota, hal ini dikarenakan untuk memenuhi kebutuhan persyaratan sebagai tuan rumah penyelenggara event internasional tersebut.
Lalu, Apa Keuntungan Menjadi Tuan Rumah?
Bukan tanpa alasan, apabila terpilih dan mendapatkan kehormatan menjadi tuan rumah, kesempatan tersebut merupakan saat di mana suatu negara dapat menunjukkan eksistensi sekaligus pembuktian kemampuannya dalam memberikan fasilitas terbaik dalam melangsungkan kompetisi yang diikuti oleh ratusan negara yang berasal dari berbagai belahan dunia lainnya. Segala bentuk keunggulan dari berbagai sektor yang dimiliki negara terpilih, tentu memiliki kesempatan untuk unjuk kemampuan lewat momen ini. Mulai dari kemajuan teknologi, infrastruktur, pariwisata, budaya, dan masih banyak lagi. Selain itu, dengan penyelenggaraan event dunia di kota/ negara tersebut dapat menambah kepercayaan negara lain untuk membentuk kerja sama/ investasi di negara tersebut.
Sumber: https://www.orcity.org/economicdevelopment/what-urban-renewal
Mempelajari Urban Renewal Yang Dilakukan Oleh Beberapa Negara Terpilih
- Olimpiade Beijing Musim Dingin 2022

Untuk dapat menyelenggarakan Olimpiade Beijing, pemerintah Beijing telah bersiap selama lebih dari 6 tahun. Persiapan yang dilakukan adalah panitia Olimpiade Musim Dingin Beijing telah mengintegrasikan tiga standar internasional-sistem manajemen berkelanjutan untuk acara skala besar, sistem manajemen lingkungan dan panduan tanggung jawab sosial bagi panitia untuk secara efektif mengelola pekerjaan berkelanjutan di lebih dari 50 area bisnis di semua venue. Selama kompetisi, semua tempat akan ditenagai oleh 100% energi hijau dan membangun sistem transportasi rendah karbon, kendaraan hemat energi dan energi bersih akan mencapai lebih dari 80% dari seluruh kendaraan olimpiade. Kota Beijing dan Zhangjiakou dikembangkan untuk mendukung perhelatan olimpiade tersebut. Kereta berkecepatan tinggi Beijing-Zhang dan Beijing-Li Expressway telah selesai dan dibuka. Sistem jaringan jalan lebih lengkap, dan fasilitas transportasi saling berhubungan. Kedua kota telah bekerja sama untuk meningkatkan fasilitas yang secara signifikan meningkatkan tata letak lingkungan regional dan fasilitas umum dasar.
China juga mengeluarkan biaya yang tidak sedikit untuk membangun sarana dan prasarana transportasi massal menuju arena cabang olahraga yang dipertandingkan. Ada pembangunan jalur kereta api cepat tercanggih dari generasi Fuxing Hao yang dilengkapi dengan studio multimedia berteknologi jaringan komunikasi generasi kelima (5G) yang bakal melintasi distrik-distrik tempat arena pertandingan atau perlombaan itu berada. Bahkan di dalam kereta api berkecepatan maksimum 450 km/jam itu, awak media bisa melaporkan atau menyiarkan secara langsung 109 pertandingan atau perlombaan yang terbagi dalam tujuh cabang olahraga di atas es atau salju itu.
- Piala Dunia Qatar 2022

Sumber: https://investor.id/lifestyle/313465/gelar-piala-dunia-2022-qatar-gelontorkan-rp-3400-triliun
Sejak namanya keluar sebagai tuan rumah penyelenggara Piala Dunia 2022, Qatar telah berbenah diri selama kurang lebih 10 tahun untuk mempersiapkan perhelatan akbar ini agar dapat berlangsung dengan sukses. Qatar mengeluarkan biaya tak tanggung-tanggung, mencapai Rp 3.400 triliun. Anggaran terbesar digunakan untuk membangun infrastruktur pendukung, seperti jaringan transportasi umum metro atau kereta bawah tanah di Doha dan sekitarnya, sebuah bandara baru, jalan raya, dan lebih dari 100 hotel, serta jaringan telekomunikasi. Investasi untuk infrastruktur pendukung konon mencapai Rp 557 triliun. Nilai fantastis Rp 3.400 triliun tersebut digelontorkan sejak Qatar ditetapkan menjadi tuan rumah oleh Federasi Sepakbola Internasional (FIFA).
- Asean Games Jakarta-Palembang
Dalam persiapan Asea Games 2018. Beberapa peremajaan kota dilakukan. Dari mulai perbaikan stadion, pembangunan wisma atlet dan pembangunan sarana dan prasarana. Sebagai contoh: Pembangunan trotoar di sepanjang jalan Jenderal Sudirman – Thamrin dan Bundaran Senayan – Jalan Asia Afrika. Jalan selesai dengan lebar 18,5 meter, lebar taman sekitar 3,4 meter dan trotoar selebar 9 meter. pengecatan Jalan Sudirman – Thamrin sebagai salah satu cara mempercantik lokasi yang akan digunakan sebagai venue lomba marathon Asian Games, Penutupan di Kali Item dan Kali Sentiong dengan Kain Warin untuk meredam bau dari kali tersebut. Selain itu, peremajaan kampung dilakukan di kampung warna warni Danau Sunter Jaya, Jakarta Utara dan Kampung Tematik yang berada di dekat Wisma Atlet, Jakarta Pusat.
Caption: Sejumlah petugas penanganan prasarana dan sarana umum (PPSU) mengecat trotoar di kawasan Gambir, Jakarta
Sumber:https://metro.tempo.co/read/1112921/jelang-asian-games-ini-5-cara-pemprov-dki-merias-kota?page_num=2
Untuk dapat menjadi tuan rumah dalam perhelatan event olahraga internasional, seluruh negara berlomba untuk dapat menyesuaikan kota dan negaranya sesuai dengan persyaratan untuk menjadi tuan rumah. Salah satu hal yang biasa dilakukan adalah melalui Peremajaan Kota atau Urban Renewal. Dengan peremajaan kota, sebuah kota menjadi vital kembali sehingga dapat dijadikan tuan rumah dalam kegiatan olahraga internasional. Dengan urban renewal, kota tersebut akan menjadi lebih baik sehingga diharapkan kota tersebut dapat lebih mengembangkan infrasturuktur, ekonomi, dan sosialnya juga.
REFERENSI
- Pengertian, Klasifikasi Dan Tahapan Kegiatan Revitalisasi Urban. diakses pada 23 November 2022. Materi Perkuliahan Universitas Esa Unggul.
- Proceeding, Symposium Urban Renewal, Some Policy Issue Recording Urban Renewal.
- Lada, Kristiani Dyatri Indi. (2019). Analisis Implementasi Konsep Urban Renewal Di Kawasan Kota Lama Kota Malang (Concept Of Analysis Implementation Urban Renewal In Old City Area Of Malang City). Skripsi thesis, Institut Teknologi Nasional Malang.
- Harsya, Agung. 2017. Daftar Syarat Calon Tuan Rumah Piala Dunia 2026. https://www.goal.com/id/berita/daftar-syarat-calon-tuan-rumah-piala-dunia-2026/3wn5oyzrysmr1ex25odbdt4rr. diakses pada 23 November 2022.
- Arifa, Siti Nur. 2021. Target Besar, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi Indonesia untuk Jadi Tuan Rumah Olimpiade. https://www.goodnewsfromindonesia.id/2021/08/02/target-besar-ini-syarat-yang-harus-dipenuhi-indonesia-untuk-jadi-tuan-rumah-olimpiade. diakses pada 23 November 2022.
- Syarlianti, Dessy. 2012. Prinsip Perancangan Berdasarkan Persepsi dan Preferensi Stakeholder dalam Peremajaan Kawasan Cinde Palembang. Seminar Nasional “Palembang: Masa Lalu, Kini dan Masa Depan: Jurnal, Universitas Sriwijaya.
- Hardi, M. 2022. Pengertian Reklamasi: Tujuan, Dampak, Proses, dan Contohnya. https://www.gramedia.com/best-seller/reklamasi/. diakses pada 23 November 2022.
- 2021. Piala Dunia 2022, Ini Persiapan Qatar Jadi Tuan Rumah Pesta Bola Sedunia. https://axa.co.id/-/piala-dunia-2022. diakses pada 23 November 2022.
- Djono, L Aditya. 2022. Gelar Piala Dunia 2022, Qatar Gelontorkan Rp 3.400 Triliun. https://investor.id/lifestyle/313465/gelar-piala-dunia-2022-qatar-gelontorkan-rp-3400-triliun diakses pada 23 November 2022.
- 2022. Beijing akan memasok 100% energi bersih ke Olimpiade Musim Dingin 2022. https://pandaily.com/id/beijing-akan-memasok-100-energi-bersih-ke-olimpiade-musim-dingin-2022/ diakses pada 23 November 2022.
- 2018. Sambut Asian Games 2018, Peremajaan Trotoar Terus Dikebut. https://www.liputan6.com/asian-games/read/3584960/sambut-asian-games-2018-peremajaan-trotoar-terus-dikebut. diakses pada 23 November 2022.
- Hidayat, Ali Akhmad Noor. 2018. Jelang Asian Games, Ini 5 Cara Pemprov DKI ‘Merias’ Kota. https://metro.tempo.co/read/1112921/jelang-asian-games-ini-5-cara-pemprov-dki-merias-kota?page_num=2. diakses pada 23 November 2022.
- Itah, Israr. 2022. Antara Gengsi dan Ambisi. https://www.republika.co.id/berita/r6nv3o348/olimpiade-beijing-2022-antara-gengsi-dan-ambisi-part1. Diakses pada 23 November 2022.