Teori Pendapatan Nasional

Oleh: Arszandi Pratama, S.T, M.Sc dan Dandy Muhamad Fadilah, S.T.

Pendapatan nasional menjadi salah satu tolak ukur untuk dapat mengetahui perkembangan suatu negara khususnya dalam bidang ekonomi. Dalam ilmu ekonomi, pengertian pendapatan nasional bermacam-macam. Pasalnya, tergantung pada cara pandang, pendekatan, dan metode perhitungan yang digunakan. Artikel ini akan membahas mengenai teori pendapatan nasional secara lebih lengkap.  Yuk kita simak.

DEFINISI UMUM Pendapatan Nasional

Pendapatan nasional adalah keseluruhan jumlah pendapatan yang diperoleh oleh semua masyarakat atau pelaku ekonomi yang tinggal disuatu negara dalam kurun waktu tertentu. Pendapatan nasional dapat menjadi suatu bentuk tolak ukur yang dipakai untuk memperhitungkan suatu perekonomian negara untuk memperoleh gambaran tentang perekonomian yang sudah dicapai dan nilai pengeluaran yang diproduksi. Singkatnya, pendapatan nasional adalah suatu alat ukur untuk menentukan tingkat perekonomian suatu negara. Dalam buku Ensiklopedia Pendapatan Nasional (2010) oleh Chabibah, pendapatan nasional adalah penghasilan yang diterima oleh suatu negara selama setahun yang diukur dengan nilai uang.

Apa Saja Manfaat Pendapatan Nasional?

Dalam bernegara, untuk mewujudkan cita-cita nasional dan mensejahterakan masyarakat dibutuhkanlah sebuah pemasukan yang dapat digunakan untuk mengimplementasikan sebuah program nasional. Pendapatan Nasional adalah alat yang digunakan untuk mengukur tinggi rendahnya tingkat kehidupan atau kemakmuran dalam suatu bangsa atau negara. Secara kuantitatif, tingkat kehidupan dan kemajuan suatu negara itu ditentukan oleh perbandingan antara jumlah Pendapatan Nasional dengan jumlah penduduk dalam suatu negara. Konsep ini biasanya dikenal dengan sebutan pendapatan perkapita.

Pendapatan Nasional dapat digunakan untuk mengetahui susunan perekonomian suatu negara. Hal tersebut dapat dilihat dari kontribusi disetiap sektor perekonomian terhadap penyusunan pendapatan nasional. Pendapatan Nasional juga dapat digunakan untuk memutuskan dan menyusun untuk dibuat kebijakan yang sekiranya dipandang perlu. Contoh pada sektor pertanian, dapat disusun berbagai macam kebijakan seperti penyediaan pangan, industri pupuk, irigasi dan sebagainya. Pendapatan Nasional dapat digunakan untuk melihat dan membandingkan kegiatan perekonomian masyarakat dalam periode tertentu. Hal ini berkaitan dengan pergerakan arus kehidupan ekonomi. Berikut kami rangkum beberapa manfaat dari pendapatan nasional:

  1. Mengetahui perkembangan suatu negara, terutama dari faktor ekonomi,
  2. Mengetahui tingkat kemakmuran suatu negara,
  3. Mengevaluasi kinerja perekonomian dalam skala tertentu,
  4. Mengukur perubahan perekonomian suatu negara secara berkala,
  5. Memudahkan dalam membandingkan kinerja ekonomi dari setiap sektor,
  6. Sebagai indikator kualitas hidup masyarakat di suatu negara,
  7. Sebagai indikator perbandingan kinerja antar negara,
  8. Sebagai indikator perbandingan kualitas standar hidup antar negara,
  9. Sebagai indikator dan perbandingan tingkat pertumbuhan ekonomi dari waktu ke waktu dan
  10. Sebagai indikator dan perbandingan pertumbuhan ekonomi dan kekayaan dari suatu negara.

Faktor yang Mempengaruhi Pendapatan Nasional

  1. Konsumsi dan Tabungan

Konsumsi adalah pengeluaran total untuk memperoleh barang-barang dan jasa dalam suatu perekonomian dalam jangka waktu tertentu (biasanya satu tahun), sedangkan tabungan (saving) adalah bagian dari pendapatan yang tidak dikeluarkan untuk konsumsi. Antara konsumsi, pendapatan, dan tabungan sangat erat hubungannya. Hal ini dapat kita lihat dari pendapat Keynes yang dikenal dengan psychological consumption yang membahas tingkah laku masyarakat dalam konsumsi jika dihubungkan dengan pendapatan.

  1. Investasi

Pengeluaran untuk investasi merupakan salah satu komponen penting dari pengeluaran agregat. Investasi adalah aktivitas menempatkan modal baik berupa uang atau aset berharga lainnya ke dalam suatu benda, lembaga, atau suatu pihak dengan harapan pemodal atau investor kelak akan mendapatkan keuntungan setelah kurun waktu tertentu. Karena harapan mendapatkan keuntungan di kemudian hari inilah investasi disebut juga sebagai penanaman modal. 

  1. Permintaan dan Penawaran Agregat

Permintaan agregat adalah suatu daftar dari keseluruhan barang dan jasa yang akan dibeli oleh sektor-sektor ekonomi pada berbagai tingkat harga, sedangkan Penawaran Agregat menunjukkan hubungan antara keseluruhan penawaran barang-barang dan jasa yang ditawarkan oleh perusahaan-perusahaan dengan tingkat harga tertentu. Konsumsi merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi pendapatan nasional Jika terjadi perubahan permintaan atau penawaran agregat, maka perubahan tersebut akan menimbulkan perubahan-perubahan pada tingkat harga, tingkat pengangguran dan tingkat kegiatan ekonomi secara keseluruhan.

Adanya kenaikan pada permintaan agregat cenderung mengakibatkan kenaikan tingkat harga dan output nasional (pendapatan nasional), yang selanjutnya akan mengurangi tingkat pengangguran. Penurunan pada tingkat penawaran agregat cenderung menaikkan harga, tetapi akan menurunkan output nasional (pendapatan nasional) dan menambah pengangguran.

Beberapa Jenis Konsep Pendapatan Nasional

Berikut beberapa konsep pendapatan nasional:

  1. Produk Domestik Bruto (Gross Domestic Product)

GDP adalah nilai akhir barang dan jasa yang dihasilkan oleh unit-unit produksi yang berada dalam suatu Domestik/Wilayah yang diukur dengan satuan uang selama 1 tahun.

  1. Produk Nasional Bruto (Gross National Product)

GNP adalah nilai akhir barang dan jasa yang dihasilkan oleh warga negara dari suatu negara yang diukur dengan satuan uang selama satu tahun.

  1. Produk Nasional Netto (Net National Product)

NNP adalah nilai akhir barang dan jasa bersih yang sudah dikurangi penyusutan /depresi modal. istilah lainnya adalah Jumlah GNP yang dikurangi dengan barang modal sebagai pergantian.

  1. Pendapatan Nasional NeTto (Net National Income)

NNI adalah keseluruhan pendapatan atau balas jasa yang dihasilkan oleh pemilik faktor produksi. Besarnya NNI bisa didapat dari NNP dikurangi dengan pajak tidak langsung dan subsidi. Pajak tidak langsung yaitu pajak yang beratnya dapat digeserkan kepada pihak lain, contoh: pajak impor, bea ekspor, dan cukai. Sedangkan Subsidi adalah bantuan dari pemerintah kepada masyrakat.

  1. Pendapatan Personal (Personal Income)

PI adalah pendapatan yang diterima perorangan namun belum dapat dibelanjakan karena masih harus dikurangi dengan pajak langsung.

  1. Pendapatan Disposabel (Disposable Income)

DI adalah pendapatan personal yang sudah siap dibelanjakan karena sudah dikurangi dengan pajak langsung. Pajak langsung adalah pajak yang beratnya tidak bisa dialihkan kepada pihak lain atau langsung ditanggung jawab oleh wajib pajak. Contoh: pajak dari pendapatan.

Metode Perhitungan Pendapatan Nasional

Terdapat tiga pendekatan untuk mengukur pendapatan nasional, yaitu pendekatan produksi (production approach), pendekatan pendapatan (income approach), dan pendekatan pengeluaran (expenditure approach). Berikut penjelasannya:

  1. Pendekatan Produksi (Production Approach)

Pendekatan ini menekankan pada kegiatan yang menciptakan nilai tambah (value added). Maka dari itu, perhitungan hanya mencakup perhitungan nilai tambah pada sektor produksi. Perhitungan pendapatan nasional dengan pendekatan produksi dapat dihitung dengan menggunakan rumus sebagai berikut:

Y = (Q1 x P1) + (Q2 x P2) + (Q3 x P3) + …. + (Qn X Pn)

Keterangan:

Y = Pendapatan Nasional

P1 = Harga barang ke-1

Pn = Harga barang ke-n

Q1 = jenis barang ke-1

Qn = jenis barang ke-n

  1. Pendekatan Pendapatan (Income Approach)

Pendekatan kedua yang digunakan untuk menghitung pendapatan nasional adalah pendekatan pendapatan. Berdasarkan pendekatan pendapatan, pendapatan nasional dihitung dengan menjumlahkan seluruh pendapatan yang diterima masyarakat (pemilik faktor produksi) sebagai balas jasa yang mereka terima dalam proses produksi meliputi:

  • Upah/gaji (w) = balas jasa pemilik tenaga kerja
  • Sewa (r) = balas jasa pemilik tanah
  • Bunga (i) = balas jasa pemilik modal
  • Keuntungan (profit/p) = balas jasa pengusaha

Jadi secara matematis, menurut pendekatan pendapatan, pendapatan nasional dirumuskan sebagai berikut:

Y = w + r + i + p

Keterangan: 

Y = Pendapatan Nasional

r = Pendapatan dari upah, gaji, dan lainnya

w = Pendapatan bersih dari sewa

i = Pendapatan dari bunga

p = Pendapatan dari keuntungan perusahaan dan usaha perorangan

  1. Pendekatan Pengeluaran (Expenditure Approach)

Pada pendekatan ini pendapatan nasional dihitung dengan cara menjumlahkan permintaan akhir dari para pelaku ekonomi (konsumen, produsen, dan pemerintah) dalam suatu negara, meliputi: 

  • Pengeluaran konsumsi rumah tangga (Consumption/C).
  • Investasi domestik bruto (Investment/I).
  • Pengeluaran konsumsi pemerintah (Government Expenditure/G).
  • Ekspor neto atau nilai ekspor (Export/X) dikurangi impor (Import/I) → (X–M).

Secara matematis dituliskan sebagai berikut.

Y = C + G + I + (X-M)

Keterangan:

Y = Pendapatan nasional

C = consumption ( konsumsi rumah tangga )

I = investment ( investasi )

G = government expenditure ( pengeluaran pemerintah )

X = ekspor

M = impor

Pendapatan PERKAPITA

Tingkat GDP tinggi yang dimiliki suatu negara tidak menunjukan ukuran bahwa negara tersebut makmur, karena bisa jadi jumlah penduduk yang tercantum dalam GDP sangat tinggi. Dengan demikian, ukuran yang tepat untuk mengukur kemakmuran dalam suatu negara adalah dengan menghitung pendapatan perkapitanya. Pendapatan perkapita yaitu jumlah besarnya pendapatan penduduk yang ada dalam suatu negara yang diperoleh dari hasil pendapatan nasional jumlah penduduk dinegara tersebut, atau disebut dengan GDP perkapita. Apabila pendapatan perkapita meningkat dan laju inflasi kecil, maka kemakmuran suatu negara menigkat. 

Penutup

Dari teori tersebut, kita dapat mengetahui manfaat serta beberapa faktor yang mempengaruhi pendapatan nasional. Selanjutnya, kita akan mempelajari konsep penyusunan APBN dan juga APBD yang menjadi pedoman negara kita dalam wujud pengelolaan keuangan negara.

Referensi

Leave a comment