Oleh: Salman Rasyad Hamiseno, S.I.P
Pendahuluan
Kabupaten Bogor, yang menjadi bagian dari kawasan Jabodetabek, berhadapan langsung dengan ancaman geologis yang berasal dari aktivitas sesar aktif yang melintasi wilayah ini. Baru-baru ini gempa magnitudo 4,9 yang terjadi di Depok memberikan bukti nyata bahwa ancaman gempa di daerah sekitar sangat relevan. Meskipun dampaknya tidak begitu parah, gempa ini memperlihatkan bagaimana pergerakan sesar yang ada di dekat wilayah ini dapat memengaruhi kehidupan masyarakat dan infrastruktur. Oleh karena itu, penting untuk memahami karakteristik sesar-sesar aktif yang ada di Kabupaten Bogor guna menyusun langkah-langkah mitigasi yang tepat.
Sesar Aktif di Kabupaten Bogor dan Mekanisme Tektoniknya
Salah satu sesar yang perlu mendapat perhatian serius adalah Sesar Citarik. Sesar ini membentang sekitar 250 km dari Pelabuhan Ratu di Sukabumi hingga Bekasi, dengan mekanisme sesar geser kiri (sinistral strike-slip). Aktivitas sesar ini, meskipun tidak sering menyebabkan gempa besar, tetap berisiko menimbulkan guncangan yang dapat memengaruhi wilayah-wilayah yang dilewatinya, termasuk Kabupaten Bogor. Gempa yang terjadi di Bogor pada April 2025 dengan magnitudo 4,1 dipicu oleh pergeseran pada sesar ini dengan kedalaman hiposenter yang dangkal, hanya 5 km dari permukaan. Hal ini menyebabkan getaran yang terasa kuat, bahkan di kawasan Bogor. Keberadaan tanah lunak yang dominan di kawasan ini meningkatkan dampak gempa, memperburuk potensi kerusakan pada bangunan yang tidak dirancang untuk menahan guncangan tersebut.
Gambar 1. Sesar Citarik

Selain Sesar Citarik, Sesar Lembang juga menjadi perhatian besar. Memiliki panjang sekitar 29 km, sesar ini berpotensi menimbulkan gempa dengan kekuatan antara 6,5 hingga 7,0 pada skala Richter. Meskipun dalam beberapa dekade terakhir tidak ada gempa besar yang tercatat akibat pergeseran sesar ini, potensi ancaman dari sesar Lembang tetap ada, mengingat aktivitas tektonik yang berlangsung di wilayah tersebut. Jika sesar ini bergerak, dampaknya bisa meluas, terutama bagi wilayah Bandung Raya dan Kabupaten Bogor yang terhubung langsung.
Gambar 2. Sesar Lembang

Satu lagi sesar yang perlu diwaspadai adalah Sesar Baribis, yang membentang dari Purwakarta hingga Majalengka. Dengan mekanisme sesar naik (thrust fault), sesar ini berpotensi memicu gempa besar, bahkan dapat mempengaruhi wilayah selatan Jakarta dan Kabupaten Bogor. Sejarah gempa besar yang pernah dipicu oleh sesar ini menunjukkan potensi ancaman yang sangat nyata, dan ini menjadi salah satu alasan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi gempa di wilayah ini.
Gambar 3. Sesar Baribis

Dampak Gempa dan Potensi Ancaman bagi Kabupaten Bogor
Gempa magnitudo 4,1 yang terjadi pada April 2025 memberikan gambaran tentang bagaimana dampak guncangan gempa dapat memengaruhi daerah yang berada dekat dengan sesar aktif. Walaupun kerusakan yang ditimbulkan relatif kecil, beberapa bangunan mengalami kerusakan ringan, dan kepanikan warga memperlihatkan potensi dampak yang lebih besar jika gempa dengan magnitudo yang lebih tinggi terjadi. Selain itu, tanah lunak yang mendominasi sebagian besar wilayah Kabupaten Bogor memperburuk dampak gempa. Tanah jenis ini dapat memperkuat efek guncangan, menyebabkan kerusakan lebih besar pada bangunan yang tidak memiliki struktur tahan gempa yang memadai.
Dengan semakin berkembangnya jumlah penduduk dan permukiman yang dibangun di daerah rawan gempa, penting bagi pemerintah daerah untuk segera melakukan langkah-langkah mitigasi. Jika tidak, potensi kerusakan dan korban jiwa akibat gempa yang lebih besar akan sangat tinggi. Selain itu, penting untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang risiko gempa dan cara-cara untuk memitigasinya.
Rekomendasi Kebijakan
Pemerintah Kabupaten Bogor perlu segera mengambil langkah-langkah mitigasi yang komprehensif untuk mengurangi dampak gempa. Langkah pertama yang perlu dilakukan adalah pemetaan dan zonasi risiko seismik di seluruh wilayah. Pemetaan ini dapat memberikan gambaran yang jelas mengenai daerah-daerah rawan gempa, sehingga kebijakan pembangunan bisa disesuaikan dengan tingkat risiko yang ada. Ini juga akan mempermudah pemerintah dalam merancang strategi pembangunan yang aman dan mengurangi potensi kerusakan akibat gempa.
Langkah kedua adalah mendukung rehabilitasi dan rekonstruksi bangunan yang lebih tahan gempa. Pemerintah daerah dapat memberikan insentif atau bantuan teknis kepada masyarakat untuk memperkuat bangunan mereka agar lebih tahan terhadap guncangan gempa. Dengan banyaknya bangunan yang tidak memenuhi standar tahan gempa, kebijakan ini menjadi penting untuk meningkatkan ketahanan wilayah terhadap gempa.
Ketiga, penting untuk meningkatkan program edukasi dan sosialisasi tentang mitigasi bencana kepada masyarakat. Pemerintah harus bekerja sama dengan sekolah, organisasi lokal, dan media untuk memberikan pelatihan evakuasi dan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang langkah-langkah yang perlu diambil saat gempa terjadi. Program-program ini dapat membantu masyarakat lebih siap dalam menghadapi gempa, baik itu gempa kecil maupun gempa besar.
Keempat, koordinasi dengan instansi terkait seperti BMKG dan Badan Geologi harus ditingkatkan untuk memastikan pemantauan yang lebih baik terhadap aktivitas seismik di wilayah Kabupaten Bogor. Dengan pemantauan yang lebih canggih dan informasi yang lebih cepat, masyarakat dapat lebih sigap dan tahu apa yang harus dilakukan jika terjadi gempa.
Penutup
Pergeseran sesar di Kabupaten Bogor merupakan ancaman nyata yang perlu dihadapi dengan kesiapsiagaan yang matang. Pemetaan risiko, rehabilitasi bangunan, serta edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat akan memperkuat kesiapan daerah dalam menghadapi potensi gempa. Dengan kerjasama antara pemerintah, masyarakat, dan instansi terkait, Kabupaten Bogor dapat mengurangi dampak dari bencana gempa yang mungkin terjadi di masa depan.
Referensi
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). (2025). Gempa Bogor 10 April 2025: Analisis dan Dampaknya. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika .
Ruber.id. (2025). Sesar Citarik: Karakteristik dan Potensi Gempa. Ruber.id.