Oleh: Salman Rasyad Hamiseno, S.I.P
I. Pendahuluan
Kabupaten Bogor, sebagai salah satu wilayah dengan perkembangan sosial dan ekonomi yang dinamis di Indonesia, menghadapi beragam tantangan dalam mencapai kesejahteraan masyarakat. Seiring dengan perubahan zaman, lima bupati yang memimpin daerah ini dalam dua dekade terakhir telah merumuskan berbagai program unggulan guna mengatasi masalah utama yang dihadapi Kabupaten Bogor, seperti kemiskinan, pengangguran, ketimpangan pembangunan antarwilayah, serta kualitas hidup masyarakat yang masih perlu perbaikan. Dalam rangka memahami dampak dan efektivitas program-program tersebut, evaluasi yang mendalam sangat diperlukan. Evaluasi ini tidak hanya untuk menilai keberhasilan program, tetapi juga untuk memberikan rekomendasi kebijakan yang lebih tepat bagi pembangunan berkelanjutan di Kabupaten Bogor.
II. Bupati Rudy Susmanto (Periode 2025 – saat ini)
Di masa kepemimpinan Bupati Rudy Susmanto saat ini, salah satu program unggulan yang diusung adalah SEHAT (Sarapan Endah Hasil Alam Tanah Sunda), yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui konsumsi pangan bergizi berbasis produk lokal. Program ini dirancang untuk menjawab isu gizi buruk dan stunting yang masih menjadi masalah di banyak daerah, termasuk Kabupaten Bogor. Dengan menggandeng petani lokal, program ini mendorong penggunaan bahan pangan lokal yang lebih sehat dan bergizi, mengurangi ketergantungan pada produk pangan impor. Meskipun implementasinya masih pada tahap awal, respons dari masyarakat dan pelaku usaha pangan lokal cukup positif. Berdasarkan data dari BPS Provinsi Jawa Barat (2023), tingkat stunting di daerah ini masih tercatat tinggi, sehingga SEHAT diharapkan dapat memberikan dampak signifikan dalam menurunkan angka stunting dan meningkatkan kesejahteraan gizi masyarakat.
III. Bupati Iwan Setiawan (Periode 2022 – 2023)
Pada masa kepemimpinan Bupati Iwan Setiawan, pemberdayaan sektor pertanian dan ekonomi kreatif menjadi fokus utama. Program unggulan yang dilaksanakan bertujuan untuk memperkuat sektor pertanian dengan teknologi yang lebih modern, serta memberikan pendampingan kepada pelaku UMKM untuk mengembangkan produk kreatif mereka. Sektor pertanian Kabupaten Bogor yang memiliki potensi besar, diharapkan dapat lebih berkembang dengan penerapan teknologi yang efisien. Keberhasilan program ini tercermin pada peningkatan pendapatan petani dan UMKM, dengan hasil yang terlihat pada penurunan angka kemiskinan di daerah pedesaan, yang tercatat berkurang sebesar 3,2% (BPS Kabupaten Bogor, 2023). Pencapaian ini juga diakui oleh pemerintah pusat, menunjukkan bahwa program ini memberikan kontribusi signifikan terhadap kesejahteraan masyarakat.
IV. Bupati Ade Yasin (Periode 2018 – 2022)
Pada periode kepemimpinan Bupati Ade Yasin, Program Samisade (Satu Miliar Satu Desa) merupakan program unggulan yang bertujuan untuk mempercepat pembangunan infrastruktur di desa-desa. Program ini mengalokasikan dana satu miliar rupiah untuk setiap desa di Kabupaten Bogor, yang digunakan untuk membangun infrastruktur dasar seperti jalan, jembatan, dan fasilitas umum lainnya. Program ini memberikan dampak signifikan dengan meningkatnya akses masyarakat terhadap fasilitas dasar yang sebelumnya tidak terjangkau. Lebih dari 70% desa yang menerima dana tersebut telah berhasil menyelesaikan proyek pembangunan infrastruktur dasar mereka. Keberhasilan Samisade menunjukkan betapa pentingnya pemerataan pembangunan untuk mengurangi kesenjangan antar wilayah, terutama di desa-desa yang sebelumnya tertinggal.
V. Bupati Nurhayanti (Periode 2015 – 2018)
Pada masa periode Bupati Nurhayanti, penguatan infrastruktur dan peningkatan kualitas pelayanan publik menjadi prioritas utama. Salah satu pencapaian besar adalah implementasi sistem e-Government yang memungkinkan masyarakat mengakses layanan publik secara lebih efisien dan transparan. Program ini tidak hanya mempercepat proses administratif, tetapi juga meningkatkan kualitas layanan kesehatan dan pendidikan, terutama di wilayah terpencil. Penggunaan e-Government dalam pelayanan publik di Kabupaten Bogor berhasil meningkatkan tingkat kepuasan masyarakat terhadap layanan yang mereka terima, serta mempermudah akses layanan kesehatan dan pendidikan yang sebelumnya terbatas.
VI. Bupati Rahmat Yasin (Periode 2008 – 2014)
Pada masa kepemimpinan Bupati Rahmat Yasin, program revitalisasi pertanian dan pembangunan infrastruktur menjadi fokus utama. Meskipun tujuan utamanya adalah untuk meningkatkan daya saing sektor pertanian dan memperbaiki infrastruktur, dampak dari program ini tidak sejalan dengan harapan. Revitalisasi pertanian yang dilaksanakan tidak mampu meningkatkan hasil pertanian secara signifikan. Hal ini terjadi karena kebijakan yang lebih bersifat simbolis dan tidak didukung dengan perencanaan yang matang. Sejumlah proyek infrastruktur yang dicanangkan pada masa tersebut tidak memberikan dampak yang nyata pada sektor pertanian maupun kesejahteraan masyarakat, dimana banyak proyek yang gagal mencapai sasaran yang diinginkan, terutama yang berkaitan dengan sektor pertanian dan infrastruktur desa.
VII. Rekomendasi
Berdasarkan evaluasi terhadap program-program yang telah dilaksanakan, beberapa rekomendasi strategis dapat diberikan untuk meningkatkan efektivitas pembangunan di Kabupaten Bogor. Pertama, untuk memastikan keberlanjutan dan efektivitas program-program unggulan, penting bagi bupati yang memimpin untuk melanjutkan dan mengintegrasikan program-program ini dengan penyesuaian terhadap kebutuhan masyarakat yang lebih mendalam. Evaluasi secara berkala menggunakan data yang valid dan transparan akan membantu untuk memantau perkembangan dan hasil dari setiap program yang dilaksanakan.
Kedua, penguatan kapasitas Aparatur Sipil Negara (ASN) menjadi kunci dalam memastikan program-program tersebut dapat diimplementasikan dengan baik. Program pelatihan dan pendidikan berkelanjutan bagi ASN, khususnya di bidang pelayanan publik, akan meningkatkan kualitas layanan yang diberikan kepada masyarakat. Penggunaan teknologi dalam pengelolaan program akan mempercepat proses evaluasi dan transparansi dalam pengelolaan anggaran daerah.
Ketiga, partisipasi masyarakat dalam perencanaan dan evaluasi program perlu ditingkatkan. Penggunaan platform digital seperti e-Consultations dapat memperkuat akuntabilitas pemerintah, memastikan bahwa kebijakan yang diambil sesuai dengan kebutuhan masyarakat, dan memperbaiki kualitas demokrasi partisipatif di tingkat lokal.
VIII. Kesimpulan
Evaluasi terhadap program-program unggulan yang telah dilaksanakan oleh lima bupati Kabupaten Bogor menunjukkan bahwa keberlanjutan dan efektivitas program-program tersebut sangat bergantung pada sinergi antar program, keterlibatan masyarakat, serta kualitas sumber daya aparatur. Dengan melanjutkan program-program yang terbukti efektif, meningkatkan sistem evaluasi berbasis data, serta memperkuat kapasitas aparatur dan partisipasi masyarakat, Kabupaten Bogor dapat menciptakan pembangunan yang berkelanjutan dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
IX. Referensi
Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Bogor. (2023). Statistik Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Bogor.
Badan Pusat Statistik (BPS). (2023). Indeks Khusus Penanganan Stunting Jawa Barat.
Pemerintah Kabupaten Bogor. (2017). Pelayanan Publik dan Implementasi e-Government di Kabupaten Bogor. Pemerintah Kabupaten Bogor. (2022). Program Samisade dan Inovasi Infrastruktur Desa.