LOKALARAS INDONESIA INSTITUTE atau disebut singkat dengan LOKALARAS, adalah lembaga yang didedikasikan bagi bidang pendidikan nonformal dengan konsentrasi pada pengembangan ketataruangan wilayah dan kota serta sosial kemasyarakatan.
LOKLARAS INDONESIA INSTITUTE didirikan di Jakarta pada tanggal 23 Desember 2014 sebagai manifestasi awal kepedulian sosial atas kondisi ketataruangan dan sosial kemasyarakatan yang terinspirasi dari eksistensi PT Handal Selaras Pratama sebagai perusahaan yang bergerak di bidang jasa konsultansi perencanaan wilayah dan kota dan pengembangan kebijakan dengan dilatarbelakangi keterbukaan peluang untuk lebih banyak melakukan pelayanan terhadap komunitas.
LOKALARAS INDONESIA INSTITUTE berdiri diawali dengan mimpi besar untuk dapat menginisiasi aksi nyata bersama yang dapat mengintervensi kehidupan wilayah dan kota ke arah yang lebih melalui penelitian, diseminasi pengetahuan, pencerdasan masyarakat, peningkatan kapasitas, dan sumbangsih fisik yang mengarah kepada perbaikan dan peningkatan kualitas ketataruangan wilayah dan kota serta kehidupan sosial kemasyarakatan.
STRUKTUR ORGANISASI

LOKALARAS YANG AKTIF, INOVATIF, & KONTRIBUTIF DALAM PENGEMBANGAN KETATARUANGAN & SOSIAL KEMASYARAKATAN

LOKALARAS yang aktif dalam penelitian isu-isu aktual faktual dan aktif dalam monitoring & evaluasi kebijakan publik terkait ketataruangan dan sosial kemasyarakatan. LOKALARAS yang kontributif sebagai tindak lanjut nyata dari penelitian serta monitoring & evaluasi yang dilakukan. Kontributif diwujudkan dalam berbagi pengetahuan melalui publikasi hasil-hasil penelitian serta monitoring & evaluasi. Selain itu juga dengan melakukan capacity building serta donasi fisik berupa fasilitas-fasilitas publik yang tepat guna. Sedangkan inovasi merupakan hal yang diarusutamakan dalam seluruh kegiatan LOKALARAS.

LOKALARAS berupaya mengintervensi kehidupan masyararakat dengan mengubah membentuk perilaku baru masyarakat yang baik dan mengubah perilaku masyarakat yang sudah ada yang ke arah yang lebih baik dengan berbagi pengetahuan, peningkatan kebiasaan, dan donasi fisik berupa fasilitas-fasilitas publik yang tepat guna.





