Peringatan Hari Tata Ruang Nasional adalah agenda kegiatan dan aksi sebagai bentukinovasi yang bertujuan mewujudkan pengembangan pemahaman tentang ruang. Dalam penyelenggaraan Hari Tata Ruang pada tahun 2016, tema yang diangkat adalah “Kota Inklusif dan Lestari” yang berdasar pada fenomena berlipat gandanya pertumbuhan populasi perkotaan yang juga menjadi isu sentral dalam proses perumusan agenda baru perkotaan. Seiring tantangan yang makin beragam di masa mendatang, maka dibutuhkan komitmen, terobosan kreatif, dan kolaboratif dari seluruh penghuni kota untuk mewujudkan cita-cita mengelola urbanisasi dengan menghadirkan kota yang inklusif untuk semua, aman, tangguh, dan lestari.

LOKALARAS turut berperan dalam menyumbangkan pemahaman dan pengetahuan yang berkaitan dengan teknologi nir awak di perkotaan.
KUMUH DARI ATAS LANGIT: PELUANG DAN TANTANGAN DALAM ANALISIS SPASIOTEMPORAL KUMUH DARI HASIL CITRA WAHANA UDARA NIR AWAK
ABSTRAK
Tingginya harga lahan di perkotaan tidak dapat dihindari, bagi rumah tangga dengan pendapatan rendah yang tidak mampu tinggal di lokasi yang layak, akan tinggal di permukiman dengan fasilitas yang tidak layak, yang kerap kita kenal dengan istilah kumuh. Sayangnya, informasi terkait pertumbuhan dan perkembangan kumuh sulit untuk didapatkan. Penggunaan metode survey lapangan memiliki beberapa kelemahan seperti jeda waktu yang panjang serta tingginya tingkat agregasi data, dan tidak aktual saat digunakan. Perkembangan terkini dari wahana udara nir awak (UAV) memberikan peluang yang lebih baik dalam memonitor kumuh. Studi ini bertujuan untuk menganalisis peluang dan tantangan dalam menangkap dinamika kumuh dari UAV, serta membahas metode untuk mendeteksi kumuh secara otomatis. Kami menyimpulkan bahwa penggunaan UAV memberikan beberapa keuntungan. Pertama, UAV lebih fleksibel dibanding dengan pesawat udara dan citra satelit. Kedua, UAV mampu memberikan gambar dengan resolusi yang sangat tinggi. Ketiga, pengambilan gambar dengan UAV jarang dipengaruhi oleh tutupan awan. Keempat, UAV telah tersedia dalam harga yang terjangkau. Namun, mendeteksi kumuh melalui UAV juga memiliki beberapa kelemahan, seperti tidak jelasnya konsep kumuh, yang mengakibatkan kesulitan dalam membedakan kawasan kumuh terutama dalam kawasan padat perkotaan.
Kata Kunci: Kumuh, UAV, Spasiotemporal, Analisis Citra Berbasis Obyek
